WA-new

Header Web 1250 250 piksel

 

DIRJEN BADILAG SOSIALISASIKAN 5 PROGRAM PRIORITAS 2026 PADA RAPAT KOORDINASI DAERAH PTA PALEMBANG DAN PA SE-WILAYAH PTA PALEMBANG SERTA PRESTASI GEMILANG PA LUBUK LINGGAU RAIH PENGHARGAAN MEDIASI TERBANYAK TINGKAT NASIONAL

on . Posted in Berita. Hits: 82

Rakorda PTA PLG (2).jpg

Senin, 16 Maret 2026 ---

Suasana Aula Pengadilan Tinggi Agama Palembang tampak semarak dan penuh antusiasme saat berlangsungnya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) antara Pengadilan Tinggi Agama Palembang dengan seluruh Pengadilan Agama se-wilayah hukumnya. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi, konsolidasi, serta pembinaan bagi seluruh satuan kerja di lingkungan peradilan agama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., yang didampingi oleh jajaran pejabat Ditjen Badilag, antara lain Kasubdit Mutasi Hakim serta Kasubdit Bimbingan dan Monitoring. Turut hadir pula Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Wakil Ketua, para Hakim Tinggi, serta seluruh pimpinan Pengadilan Agama yang terdiri dari Ketua, Panitera, dan Sekretaris dari berbagai wilayah PTA Palembang. Pengadilan Agama Lubuk Linggau juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini dengan kehadiran Ketua, Panitera, dan Sekretaris sebagai bentuk komitmen dalam mendukung penguatan kinerja lembaga.

Kegiatan Rakorda ini tidak hanya menjadi forum silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah strategis untuk menyampaikan arah kebijakan serta program kerja yang akan dilaksanakan ke depan. Dalam arahannya, Dirjen Badilag menyampaikan sosialisasi terkait lima program prioritas Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Tahun 2026 yang menjadi fokus utama dalam penguatan peradilan agama.

Kelima program prioritas tersebut meliputi penguatan integritas dan akuntabilitas aparatur peradilan, peningkatan kualitas layanan pengadilan, penguatan kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi. Program-program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendorong terciptanya peradilan agama yang modern, profesional, serta mampu menjawab tuntutan masyarakat yang semakin dinamis.

Rakorda PTA PLG (3).jpg

Dalam penyampaiannya, Dirjen Badilag menekankan bahwa penguatan integritas harus menjadi pondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas aparatur peradilan. Integritas bukan hanya menjadi tuntutan administratif, tetapi merupakan nilai dasar yang harus melekat dalam setiap individu. Selain itu, peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat juga harus terus diupayakan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi yang semakin berkembang.

Momentum Rakorda ini juga diwarnai dengan kebanggaan tersendiri bagi Pengadilan Agama Lubuk Linggau. Di tengah rangkaian acara, diumumkan bahwa Pengadilan Agama Lubuk Linggau berhasil meraih penghargaan sebagai satuan kerja dengan capaian mediasi terbanyak tingkat nasional dari Badan Peradilan Agama. Tidak hanya itu, Pengadilan Agama Lubuk Linggau juga menjadi yang terbaik dalam capaian mediasi di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang.

Penghargaan ini disambut dengan penuh sukacita dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata atas komitmen dan kerja keras seluruh aparatur Pengadilan Agama Lubuk Linggau dalam mengoptimalkan peran mediasi sebagai salah satu instrumen penyelesaian sengketa yang efektif dan humanis.

Keberhasilan dalam bidang mediasi menunjukkan bahwa pendekatan penyelesaian perkara tidak selalu harus berakhir pada putusan hakim, tetapi dapat ditempuh melalui kesepakatan damai yang memberikan manfaat lebih luas, terutama dalam menjaga keutuhan hubungan para pihak. Dengan demikian, mediasi menjadi salah satu sarana penting dalam menghadirkan keadilan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga substantif dan berkeadilan sosial.

Dalam penutup arahannya, Dirjen Badilag kembali menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan integritas aparatur. Ia mengingatkan bahwa implementasi lima program prioritas bukan sekadar formalitas atau pemenuhan target, melainkan sebuah komitmen bersama dalam membangun sistem peradilan yang lebih baik.

Melalui kerja sama yang solid, semangat kebersamaan, serta komitmen yang kuat dari seluruh jajaran peradilan agama, diharapkan visi untuk mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat, dan berbiaya ringan dapat tercapai secara optimal. Lebih dari itu, transparansi, akuntabilitas, serta pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat harus terus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Dengan terselenggaranya kegiatan Rakorda ini, diharapkan seluruh satuan kerja di wilayah PTA Palembang semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, serta terus berinovasi dalam memberikan pelayanan hukum terbaik kepada masyarakat. Prestasi yang diraih oleh Pengadilan Agama Lubuk Linggau diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja lainnya untuk terus berupaya memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan peradilan agama yang agung dan terpercaya.